Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Muhammad Tjiptardjo menyatakan bakal bekerja keras mencapai target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp 587,8 triliun. “Masih ada lima bulan lagi, kami akan all out mengupayakan pencapaiannya,” katanya usai dilantik menjadi Dirjen Pajak di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7).
Tjiptardjo menyebutkan, selama semester I 2009, Direktorat Jenderal Pajak mendapat tugas menghimpun penerimaan pajak sekitar 44 persen dari target. “Pencapaian selama semester I 2009 mencapai 43 persen, jadi hanya kurang satu persen saja,” kata pria kelahiran Tegal, 28 April 1951, itu.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009 menetapkan target penerimaan pajak sebesar Rp 647,9 triliun. Namun, dalam dokumen stimulus fiskal 2009 berubah menjadi Rp 587,8 triliun dan dalam Rancangan APBN Perubahan tahun ini diusulkan sebesar Rp 577,6 triliun.
Ia mengatakan, pengamanan penerimaan pajak merupakan prioritas langkah yang akan dilakukan pihaknya. “Yang kami lakukan akan konsisten dengan Dirjen Pajak yang sebelumnya, jadi tadi saya menerima catatan dari Pak Darmin (Darmin Nasution kini menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia),” ucap Tjiptardjo.
Mengenai penanganan dugaan manipulasi pajak oleh Asian Agri Group, Tjiptardjo mengungkapkan kasus tersebut melibatkan banyak wajib pajak, yaitu 14 perusahaan. Ia mengatakan, pihaknya terus berkomunikasi dengan polisi serta kejaksaan dalam penanganan kasus itu.
Menurut Tjiptardjo, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan berkas perkara tersebut dan diharapkan dalam waktu dekat dapat segera lengkap atau P21. “Ini tidak mudah, tapi kita terus berunding dengan pihak Kejaksaan,” kata Tjiptardjo.(AND/ANT)



